Dead Vertikal – Infecting the World
Band yang bermakna 'matinya hubungan vertikal antara Tuhan dengan manusia' ini juga sempat mengalami pasang surut personil, ketika Andriano cabut dan digantikan Bimo. Selepas itu mereka sempat merilis album pertama 'Fenomena Akhir Zaman' di tahun 2003 yang melambungkan derajat mereka di scene grindcore. Tak heran, ketika "dewa" grindcore NAPALM DEATH konser di
Album 'INFECTING THE WORLD' sendiri digarap di
Soal hajaran 22 lagu yag langsung tandas di album baru ini, DEAD VERTICAL tampaknya ingin memuaskan rasa dahaga meatlheads yang sebelumnya hanya kebagian EP-nya saja. Beberapa lagu terdengar menderu keras seperti 'Deadly Mouth, False Prayer' Hell of World' atau 'No Suicide' yang membabi buta. Mereka juga bicara soal agama yang selalu dilawan dengan agama lewat track 'Religion Againts Religion' atau raungan melolong di track 'Genocide Still Alive'.
DEAD VERTICAL mungkin memang belum sebesar band death metal dan grindcore lainnya, seperti gods of Indonesian Grindcore --> NOXA ..tapi saya yakin Dead Vertical bisa menjelma sebagai penerus dinasti Grindcore yang konsisten, bergerak dari scene yang "mengerikan" ini,
Album Review - Beside - Against Ourselves

01 Intro
02 The End Of Pain
03 The Holly
04 Sisi Kelam
05 Seventh Deadly Sin
06 Aku Adalah Tuhan
07 Testimony Peyesatan
08 Dosa Adalah Sahabat
09 All Of My Hate
10 Sincerity
11 My Black Diary
12 Outro
Sejenak mari kita tundukkan kepala pagi martyr metal undergrounders yang telah meninggalkan kita di launching album beside – against ourselves bulan Februari lalu.Mari kita gali lebih lanjut album yang diluncurkan bulan Februari lalu tersebut. Scene Ujung Bronx selalu menghasilkan band band yang berbahaya, salah satunya dalah BESIDE dan lewat album ini mereka menyajikan musik musik metalcore yang banyak terinspirasi oleh band seperti Chimaira, Soilwork, Lamb of God dan lainnya .Bila kita hanya mendapatkan sampler berupa lagu saja tanpa kita mengenal band ini sebelumnya, saya berani bertaruh anda pasti menganggap lagu tersebut asal dari band luar negeri .Yap pasti .. kualitas recording dan mixing yang rapi dihidangkan di album ini sehingga sepintas mirip band2x Trustkill Records . Album ini berisi total 11 lagu dengan durasi kurang lebih hanya setengah jam saja. Lagu lagu yang powerful ini dikemas sedemikian rupa sehingga pendengar akan dimanjakan dengan komposisi lagu lagu yang cukup enak didengar dari riff2x gitar yang melodius dikombinasikan dengan beat drum yang cukup baik mengisi dan mengatur tempo pada lagu lagu milik Beside ini.
Diawali oleh lagu akustik berjudul intro, lagu yang agak kelam menyuarakan sesuatu di balik album ini.dan memang album yang dikemas ulang dengan bentuk digipak CD ini memuat nama nama para martyr yang telah meninggalkan kita pada launching album ini. Dilanjutkan dengan komposisi apik berjudul the end of pain yang dapat dikategorikan sebagai lagu bertempo menghentak dan cukup easy listening. Lagu lain yang cukup menggigit adalah 7th Deadly Sin , sebuah lagu yang diawali dengan riff riff gitar ala Lamb of God . Lagu yang berlirik sarkasme muncul di lagu aku adalah Tuhan, sebuah plesetan pada hubungan vertical kita dengan Tuhan. Tema dalam album ini kebanyakan agak sarkasme dengan mengedepankan kekerasan dan ketidak adilan dalam hidup .
Beside are :
Owank - Vocals
Rhad - Guitars
Hinhin - Guitars
Beby - Drums
Paneu - Bass
Album Review - Dreamer - Bait Suci
Dreamer, sebuah nama band gothic metal yang sudah lama
Kali ini Dreamer merilis album Bait Suci yang secara musikalitas dan komposisi cukup baik , dengan kembalinya Rika (eks KDI TPI ) dan diperkuat gitaris baru Vicky Notonegoro yang merupakan artis Sinetron nasional justru menambah nilai plus dari album ini.

Lirik yang bernada positif dan cenderung religius merupakan kekuatan tersendiri bila kita menyimak album ini. Walaupun bukan album religi yang sedang trend sekarang, Dreamer dapat memberikan pesan moral positif lewat lirik di album ini. Secara musikalitas, lagu lagu gothic metal milik mereka nampak banyak terinspirasi oleh band seperti Within Temptation, Lacuna Coil atau bahkan Nightwish, hal ini dapat dilihat dari komposisi dan warna lagu di lagu Bait Suci, Keabadian dan Duka Dunia. Lagu lagu yang mudah dinikmati dan cukup easy listening .Fill in2x di sisi drum dan permainan tempo dari ketukan drum nampak menjadi nilai tambah tersendiri disini, karena mereka menggunakan additional Drummer seorang Bakar Bufthaim yang pernah mengisi band metal besar
Album Review - Alone At Last - Jiwa
1. Intro (A Letter From Mars )
2. Backhome
3. Muak untuk Memuja
4. Dear Love
5. S.H.M.I.L.Y.
6. Gadis Kecil Berbisa
7.
8. Jiwa
9. Hold That Rope
10.I Fight All This Tears
11.Sekali Bernyawa
12.Road To E.P.
13.Me, Peace and War
Band asal
Dibandingkan dengan mini album sebelumnya Sendiri dan Dunia, konsep EMO yang dikembangkan oleh AAL cukup berbeda dari kematangan komposisi lagu yang jauh lebih berwarna, simak saja lagu me, peace and war, Road to E.O dan Hold that rope, walaupun band iini band EMO, nampak wawasan dan karya mereka terinspirasi oleh banyak band dan kaya warna, sedikit warna PUNK ala NoFX juga mewarnai lagu lagu di album ini.
Album ini juga dibantu oleh Themfuck “JERUJI”, Adi Gembel “FORGOTTEN”, Ucay “ROCKET ROCKERS”, Teguh, Tiara, dan teman-teman yang mengikuti audisi untuk menyumbangkan suaranya di album (Reza,Resa,Ifan,Kirma dan Rizky),Album Review - Bleeding Corpse - Resurrection of Murder
Label : Pieces Records Release
Tahun Rilis : 2008
Bleeding Corpse is :
Bobby 'bob rock' : Guttural Vox
Uus ' Death' : Guitar
Ari 'Bejo' : Drum
Adrian : Bass
Musical Composition :9
Production : 7
Rating : 8/10
26 Menit , 10 Detik adalah waktu yang diberikan oleh band berbahaya asal Ujung Berung untuk memuntahkan hasil karyanya di album Resurrection of Murder ini. Konsep US Brutal Death Metal yang diusung oleh band ini, mengingatkan kita pada band band seperti Devourment, Vile dan Deeds of Flesh. 8 Lagu yang dimuntahkan oleh Bobby dan kawan kawan di album ini, menggunakan Bahasa Indonesia ( Kitab tak bertuhan, Bangkai para pendosa, Simpuh Tubuh terbunuh), bahasa Inggris ( Human Killing,Inhuman Treatment dan Resurrection of Murder ) dan Bahasa Sunda ( Nista Maja Utama dan Utah Getih) .Brutal, tak berkompromi, cepat, agressive baik dari lirik dan musikalitas, itulah semangat yang dikobarkan oleh 4 anak muda asal Bandung di album ini. Pure agressive brutal death metal, mulai dari komposisi musik yang cukup matang disajikan dengan baik lewat lagu demi lagu yang mereka suguhkan. Pattern2x drum yang pure hyperblasting dan memainkan tempo yang dinamik juga dikembangkan oleh sang drummer, sehingga penikmat Death Metal sangat dimanjakan dengan lagu lagu khas US Brutal Death Metal di album Resurrection of Murder ini.
Secara production, album ini cukup baik.. hanya saya menyayangkan ada beberapa kesalahan yang cukup fatal dari sisi penulisan ,
- Di cd ini tertulis FREE Enchanced CD;s Interview & Videoclip ... where is the hell 2nd cd , i think ... Saran saya lebih baik ditulis Enhanced CD aja kang.., kalo ditulis FREE Enchanced cd,mungkin orang orang akan berpikir ada cd tambahan di dalam album ini.
- Resurrection of Murder orrrrrrr .. Ressurection of Murder ? :) Ada beberapa kesalahan typography disini yang perlu diperbaiki di ke depan, dari judul lagu tersebut terlihat editing dan layouting kurang detail dalam melakukan proses seleksi untuk memperbaiki kesalahannya. Belum dari sisi lirik yang menggunakan bahasa Inggris , terdapat beberapa kesalahan penulisan disana, seperti muttilated dan lainnya.
So what are you waiting for ..? Grab one of these cd's ..you'll never regret it ...!!
Taken from http://supri-online.com









