Tampilkan postingan dengan label Review Album. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Album. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Agustus 2008

Review Album

Dead Vertikal – Infecting the World

Pasukan Grindcore yang sangat berbakat, Indonesian answer to Terrorizer and Nasum …!!!! Band asal Jakarta Timur ini terlihat banyak dipengaruhi oleh band-band grindcore garis keras seperti Napalm Death, Terrorizer, Nasum, Misery Index, Rotten Sound, Leng T’Che, Lock Up,J angan kaget kalau album terbarunya 'INFECTING THE WORLD' menjadi terdengar sangar,cepat,brutal dan gelap.

Band yang bermakna 'matinya hubungan vertikal antara Tuhan dengan manusia' ini juga sempat mengalami pasang surut personil, ketika Andriano cabut dan digantikan Bimo. Selepas itu mereka sempat merilis album pertama 'Fenomena Akhir Zaman' di tahun 2003 yang melambungkan derajat mereka di scene grindcore. Tak heran, ketika "dewa" grindcore NAPALM DEATH konser di Jakarta, mereka menjadi pilihan untuk menjadi band pembuka. Grinder belia asal Jakarta yang dipercaya membuka konser the godfather Napalm Death,tentu bukan sembarangan band yang dipilih oleh Bang Ucok dkk dari MIPRO.

Album 'INFECTING THE WORLD' sendiri digarap di Bandung lewat label metal Rottrevore. Berisi 22 lagu, banyak perbaikan yang mereka lakukan khususnya pada divisi sound yang makin tajam karakternya. Pilihan European Grindcore bukan tanpa sebab. Agresif, kuat dan lebih menyayat adalah alasan mereka memainkan sound dengan karakter grindcore Eropa. Tapi perhatikan vokal BoyBleh yang sekarang kudu menjadi vokalis. Sound growlnya, makin matang meski sesekali meleset pada suara suara screams / shrieking vox :)

Soal hajaran 22 lagu yag langsung tandas di album baru ini, DEAD VERTICAL tampaknya ingin memuaskan rasa dahaga meatlheads yang sebelumnya hanya kebagian EP-nya saja. Beberapa lagu terdengar menderu keras seperti 'Deadly Mouth, False Prayer' Hell of World' atau 'No Suicide' yang membabi buta. Mereka juga bicara soal agama yang selalu dilawan dengan agama lewat track 'Religion Againts Religion' atau raungan melolong di track 'Genocide Still Alive'.

DEAD VERTICAL mungkin memang belum sebesar band death metal dan grindcore lainnya, seperti gods of Indonesian Grindcore --> NOXA ..tapi saya yakin Dead Vertical bisa menjelma sebagai penerus dinasti Grindcore yang konsisten, bergerak dari scene yang "mengerikan" ini,


Ditulis Oleh : Supriyanto

Album Review - Beside - Against Ourselves


01 Intro
02 The End Of Pain
03 The Holly
04 Sisi Kelam
05 Seventh Deadly Sin
06 Aku Adalah Tuhan
07 Testimony Peyesatan
08 Dosa Adalah Sahabat
09 All Of My Hate
10 Sincerity
11 My Black Diary
12 Outro

Sejenak mari kita tundukkan kepala pagi martyr metal undergrounders yang telah meninggalkan kita di launching album beside – against ourselves bulan Februari lalu.Mari kita gali lebih lanjut album yang diluncurkan bulan Februari lalu tersebut. Scene Ujung Bronx selalu menghasilkan band band yang berbahaya, salah satunya dalah BESIDE dan lewat album ini mereka menyajikan musik musik metalcore yang banyak terinspirasi oleh band seperti Chimaira, Soilwork, Lamb of God dan lainnya .Bila kita hanya mendapatkan sampler berupa lagu saja tanpa kita mengenal band ini sebelumnya, saya berani bertaruh anda pasti menganggap lagu tersebut asal dari band luar negeri .Yap pasti .. kualitas recording dan mixing yang rapi dihidangkan di album ini sehingga sepintas mirip band2x Trustkill Records . Album ini berisi total 11 lagu dengan durasi kurang lebih hanya setengah jam saja. Lagu lagu yang powerful ini dikemas sedemikian rupa sehingga pendengar akan dimanjakan dengan komposisi lagu lagu yang cukup enak didengar dari riff2x gitar yang melodius dikombinasikan dengan beat drum yang cukup baik mengisi dan mengatur tempo pada lagu lagu milik Beside ini.

Diawali oleh lagu akustik berjudul intro, lagu yang agak kelam menyuarakan sesuatu di balik album ini.dan memang album yang dikemas ulang dengan bentuk digipak CD ini memuat nama nama para martyr yang telah meninggalkan kita pada launching album ini. Dilanjutkan dengan komposisi apik berjudul the end of pain yang dapat dikategorikan sebagai lagu bertempo menghentak dan cukup easy listening. Lagu lain yang cukup menggigit adalah 7th Deadly Sin , sebuah lagu yang diawali dengan riff riff gitar ala Lamb of God . Lagu yang berlirik sarkasme muncul di lagu aku adalah Tuhan, sebuah plesetan pada hubungan vertical kita dengan Tuhan. Tema dalam album ini kebanyakan agak sarkasme dengan mengedepankan kekerasan dan ketidak adilan dalam hidup .

Beside are :

Owank - Vocals
Rhad - Guitars
Hinhin - Guitars
Beby - Drums
Paneu - Bass



Album Review - Dreamer - Bait Suci

Sample Image

Dreamer, sebuah nama band gothic metal yang sudah lama malang melintang di dunia metal Indonesia, Karbala merupakan lagu milik mereka yang pernah mengisi kompilasi Metalik Klinik dan videoklipnya sempat mengudara di MTV Indonesia kala itu.

Kali ini Dreamer merilis album Bait Suci yang secara musikalitas dan komposisi cukup baik , dengan kembalinya Rika (eks KDI TPI ) dan diperkuat gitaris baru Vicky Notonegoro yang merupakan artis Sinetron nasional justru menambah nilai plus dari album ini.

Active Image

Lirik yang bernada positif dan cenderung religius merupakan kekuatan tersendiri bila kita menyimak album ini. Walaupun bukan album religi yang sedang trend sekarang, Dreamer dapat memberikan pesan moral positif lewat lirik di album ini. Secara musikalitas, lagu lagu gothic metal milik mereka nampak banyak terinspirasi oleh band seperti Within Temptation, Lacuna Coil atau bahkan Nightwish, hal ini dapat dilihat dari komposisi dan warna lagu di lagu Bait Suci, Keabadian dan Duka Dunia. Lagu lagu yang mudah dinikmati dan cukup easy listening .Fill in2x di sisi drum dan permainan tempo dari ketukan drum nampak menjadi nilai tambah tersendiri disini, karena mereka menggunakan additional Drummer seorang Bakar Bufthaim yang pernah mengisi band metal besar Indonesia, seperti Rotor, Sucker Head

Secara production, album ini dikemas dengan cukup baik, cover album yang di buat cukup professional dari sisi layout nya juga Kepingan CD yang berkualitas baik. Sehingga self-produced album ini amat layak mengisi rak cd anda .

Album Review - Alone At Last - Jiwa

1. Intro (A Letter From Mars )
2. Backhome
3. Muak untuk Memuja
4. Dear Love
5. S.H.M.I.L.Y.
6. Gadis Kecil Berbisa
7. Taman
8. Jiwa
9. Hold That Rope
10.I Fight All This Tears
11.Sekali Bernyawa
12.Road To E.P.
13.Me, Peace and War

Band asal Bandung beraliran emo Alone At Last baru meluncurkan debut album mereka yang berjudul JIWA. Yas, Ucay, Ubey, dan Athink. Berusaha untuk membuat musik Emo bisa dikenali dan diterima oleh massa metal/emo dan punk . dalam album ini AAL banyak terinspirasi oleh band seperti Long Beach dub all stars atau matchbook romance dan goo goo dolls . Tercatat produser mereka Andhika yang juga turut menyumbangkan suara pada album ini. Mereka (Alone At Last ) dalam album ini cukup baik dari representasi kemasan, production dan lainnya. Bahkan pemula dari sisi EMO seperti saya pribadi bisa menikmati dengan enteng musik musik yang disajikan oleh mereka.

Dibandingkan dengan mini album sebelumnya Sendiri dan Dunia, konsep EMO yang dikembangkan oleh AAL cukup berbeda dari kematangan komposisi lagu yang jauh lebih berwarna, simak saja lagu me, peace and war, Road to E.O dan Hold that rope, walaupun band iini band EMO, nampak wawasan dan karya mereka terinspirasi oleh banyak band dan kaya warna, sedikit warna PUNK ala NoFX juga mewarnai lagu lagu di album ini.

Album ini juga dibantu oleh Themfuck “JERUJI”, Adi Gembel “FORGOTTEN”, Ucay “ROCKET ROCKERS”, Teguh, Tiara, dan teman-teman yang mengikuti audisi untuk menyumbangkan suaranya di album (Reza,Resa,Ifan,Kirma dan Rizky),

Album Review - Bleeding Corpse - Resurrection of Murder





Label : Pieces Records Release
Tahun Rilis : 2008

Bleeding Corpse is :

Bobby 'bob rock' : Guttural Vox
Uus ' Death' : Guitar
Ari 'Bejo' : Drum
Adrian : Bass

Musical Composition :9
Production : 7

Rating : 8/10

26 Menit , 10 Detik adalah waktu yang diberikan oleh band berbahaya asal Ujung Berung untuk memuntahkan hasil karyanya di album Resurrection of Murder ini. Konsep US Brutal Death Metal yang diusung oleh band ini, mengingatkan kita pada band band seperti Devourment, Vile dan Deeds of Flesh. 8 Lagu yang dimuntahkan oleh Bobby dan kawan kawan di album ini, menggunakan Bahasa Indonesia ( Kitab tak bertuhan, Bangkai para pendosa, Simpuh Tubuh terbunuh), bahasa Inggris ( Human Killing,Inhuman Treatment dan Resurrection of Murder ) dan Bahasa Sunda ( Nista Maja Utama dan Utah Getih) .

Brutal, tak berkompromi, cepat, agressive baik dari lirik dan musikalitas, itulah semangat yang dikobarkan oleh 4 anak muda asal Bandung di album ini. Pure agressive brutal death metal, mulai dari komposisi musik yang cukup matang disajikan dengan baik lewat lagu demi lagu yang mereka suguhkan. Pattern2x drum yang pure hyperblasting dan memainkan tempo yang dinamik juga dikembangkan oleh sang drummer, sehingga penikmat Death Metal sangat dimanjakan dengan lagu lagu khas US Brutal Death Metal di album Resurrection of Murder ini.


Secara production, album ini cukup baik.. hanya saya menyayangkan ada beberapa kesalahan yang cukup fatal dari sisi penulisan ,
  1. Di cd ini tertulis FREE Enchanced CD;s Interview & Videoclip ... where is the hell 2nd cd , i think ... Saran saya lebih baik ditulis Enhanced CD aja kang.., kalo ditulis FREE Enchanced cd,mungkin orang orang akan berpikir ada cd tambahan di dalam album ini.
  2. Resurrection of Murder orrrrrrr .. Ressurection of Murder ? :) Ada beberapa kesalahan typography disini yang perlu diperbaiki di ke depan, dari judul lagu tersebut terlihat editing dan layouting kurang detail dalam melakukan proses seleksi untuk memperbaiki kesalahannya. Belum dari sisi lirik yang menggunakan bahasa Inggris , terdapat beberapa kesalahan penulisan disana, seperti muttilated dan lainnya.
Nilai plus yang bisa saya berikan disini dari sisi production adalah sisi Enhanced CD nya, kita bisa menemukan interview berdurasi sekitar 15 menit mengenai proses pembuatan album ini di Funhouse studio dan interview dengan beberapa dedengkot Metal bandung, seperti Man Jasad, Iwan D ESP dan Amenk Disinfected mengenai Bleeding Corpse ini . Tak lupa 2 videoklip dari mereka, Bangkai para Pendosa dan Resurrection of Murder menjadi pelengkap dari multimedia section .

So what are you waiting for ..? Grab one of these cd's ..you'll never regret it ...!!

Taken from http://supri-online.com